Senin , Agustus 17 2026
Home / Akademik / Libur Tetap Produktif! ESCHP Batch 8 LSCC IKIP PGRI Bojonegoro Dorong Mahasiswa “Upgrade” Bahasa Inggris

Libur Tetap Produktif! ESCHP Batch 8 LSCC IKIP PGRI Bojonegoro Dorong Mahasiswa “Upgrade” Bahasa Inggris

 

BOJONEGORO — Beberapa mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro memanfaatkan masa libur akademik dengan cara yang berbeda. Alih-alih sekadar beristirahat, mereka memilih mengasah kompetensi bahasa Inggris melalui English Short Course Holiday Program (ESCHP) Batch 8 yang diselenggarakan Language, Soft Skill, and Career Center (LSCC) IKIP PGRI Bojonegoro pada 20–31 Juli 2026 di ruang LSCC.

Mengusung tema “English Today, Opportunities Tomorrow”, program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan Listening, Reading, Speaking, dan Writing, sekaligus membekali mahasiswa dengan strategi menghadapi Test of English as a Foreign Language (TOEFL) serta pengalaman praktik berbahasa Inggris yang lebih aplikatif.

“Penguasaan bahasa Inggris bukan hanya tentang kemampuan akademik, tetapi juga tentang membuka akses terhadap peluang yang lebih luas. Melalui ESCHP, kami ingin mahasiswa memiliki keberanian untuk berkomunikasi, terus mengembangkan diri, dan lebih siap menghadapi kebutuhan dunia akademik maupun dunia kerja.”, Mr. Nova Kepala LSCC IKIP PGRI Bojonegoro

Liburan Jadi Momentum Upgrade Kompetensi

ESCHP Batch 8 menjadi bagian dari komitmen LSCC IKIP PGRI Bojonegoro dalam menghadirkan program pengembangan kompetensi mahasiswa di luar pembelajaran reguler.

Pemilihan masa libur akademik bukan tanpa alasan. Dengan jadwal yang berlangsung pada masa jeda perkuliahan, mahasiswa memiliki ruang yang lebih leluasa untuk fokus mengembangkan kemampuan tanpa mengganggu aktivitas perkuliahan reguler.

Sebanyak 26 peserta berasal dari berbagai program studi, yakni Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Matematika, Pendidikan Teknologi Informasi, serta Pendidikan Ekonomi. Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap kompetensi bahasa Inggris semakin bersifat lintas disiplin.

Empat Skill Utama, Satu Target: Lebih Percaya Diri

Dalam ESCHP Batch 8, mahasiswa tidak hanya diajak memahami teori bahasa Inggris. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan kemampuan secara langsung.

Materi Listening diarahkan untuk meningkatkan kemampuan memahami percakapan dan informasi lisan. Pada Reading, peserta dilatih memahami bacaan, menemukan ide pokok, informasi rinci, inferensi, serta memperkaya kosakata.

Sementara itu, Speaking menjadi ruang bagi peserta untuk melatih pronunciation, fluency, percakapan, dan keberanian menyampaikan pendapat. Pada sesi Writing, peserta belajar menyusun kalimat dan paragraf dengan memperhatikan grammar, vocabulary, serta kemampuan menyampaikan gagasan secara tertulis.

Pembelajaran dikemas melalui ceramah, diskusi, praktik, latihan soal, dan pemberian umpan balik. Pendekatan tersebut membuat proses belajar lebih interaktif sekaligus memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan materi yang dipelajari.

Antusiasme peserta pun terlihat sepanjang kegiatan. Mahasiswa aktif berdiskusi, mengerjakan latihan, dan mengikuti praktik speaking menggunakan bahasa Inggris.

Tidak Berhenti di Kelas, Mahasiswa Juga Menghasilkan Karya

ESCHP Batch 8 memiliki konsep yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran tatap muka. Program dirancang melalui lima hari pembelajaran intensif yang kemudian dilanjutkan dengan lima hari tugas mandiri berupa pembuatan video pembelajaran sebagai luaran kegiatan.

Konsep tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman belajar yang lebih aplikatif. Mahasiswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga ditantang untuk mengolah pengetahuan menjadi sebuah karya.

Dengan demikian, ESCHP tidak sekadar menghadirkan aktivitas learning, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk practice and create.

Bahasa Inggris dan Masa Depan Karier

Kemampuan bahasa Inggris saat ini semakin berkaitan erat dengan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia profesional. Penguasaan bahasa tersebut dapat mendukung kebutuhan akademik, memperluas akses terhadap informasi, membangun jejaring, hingga menjadi bekal dalam menghadapi persyaratan dunia kerja.

Karena itu, ESCHP Batch 8 diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap TOEFL, tetapi juga membangun kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris sebagai media komunikasi.

Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa peserta memperoleh tambahan pengetahuan mengenai strategi TOEFL serta kesempatan untuk melatih empat keterampilan utama bahasa Inggris. Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap materi dan kepercayaan diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.

LSCC: Menyiapkan Mahasiswa untuk Lebih dari Sekadar Lulus

Bagi IKIP PGRI Bojonegoro, pengembangan mahasiswa tidak berhenti pada pencapaian akademik di ruang kuliah. Kemampuan komunikasi, soft skills, dan kesiapan menghadapi dunia kerja menjadi bagian penting dari proses membangun kualitas lulusan.

Melalui ESCHP Batch 8, LSCC kembali menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi secara terarah dan praktis. Program ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam mendukung mahasiswa agar semakin siap menghadapi tuntutan akademik maupun profesional.

Ke depan, program English Short Course Holiday diharapkan dapat terus dikembangkan, baik dari sisi materi, metode pembelajaran, maupun durasi pelatihan, sehingga manfaatnya semakin optimal bagi mahasiswa.

Sebab, peluang besar sering kali datang kepada mereka yang telah mempersiapkan diri lebih dulu.

English Today, Opportunities Tomorrow.

Hari ini belajar dan berani berkomunikasi. Esok lebih siap menyambut peluang.

About Language & Soft SKill Development Center

Check Also

Pelatihan Time Management Mahasiswa Baru 2025 IKIP PGRI Bojonegoro Digelar Secara Daring

IKIP PGRI Bojonegoro melalui Language, Soft Skill, and Career Center (LSCC) menyelenggarakan Pelatihan Time Management …