
BOJONEGORO — Menjadi lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya bermodal ijazah. Kemampuan menyusun CV, menghadapi tes seleksi, membangun komunikasi profesional, hingga menaklukkan sesi wawancara menjadi bekal penting sebelum benar-benar masuk ke dunia kerja. Menjawab kebutuhan tersebut, Language, Soft Skill, and Career Center (LSCC) IKIP PGRI Bojonegoro menyelenggarakan Program IKIP SIAP KERJA 2026 pada 3–7 Agustus 2026 di Ruang LSCC IKIP PGRI Bojonegoro, dengan sasaran mahasiswa tingkat akhir dari berbagai program studi.
Mengusung semangat mempersiapkan mahasiswa menghadapi proses rekrutmen secara lebih percaya diri dan profesional, program ini dikemas melalui pembelajaran berbasis praktik (experiential learning). Peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga berlatih, melakukan simulasi, berdiskusi, dan menerima feedback secara langsung.
Dari CV hingga Interview, Semua Dipraktikkan
Program IKIP SIAP KERJA 2026 dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata mahasiswa tingkat akhir yang mulai memasuki fase transisi dari dunia kampus menuju dunia profesional.
Peserta mendapatkan pembekalan mengenai penyusunan surat lamaran kerja, application letter, dan Curriculum Vitae (CV). Tidak berhenti pada format dasar, mahasiswa juga dikenalkan dengan penyusunan CV yang relevan dengan kebutuhan rekrutmen modern, termasuk konsep Applicant Tracking System (ATS) dan pentingnya membangun portofolio digital.
Pada sesi ini, peserta tidak sekadar melihat contoh. Mereka langsung menyusun dokumen lamaran dan mendapatkan masukan dari instruktur untuk menyempurnakan dokumen yang telah dibuat.
Dengan demikian, setelah mengikuti sesi tersebut, mahasiswa memiliki bekal dokumen lamaran yang lebih siap digunakan untuk proses rekrutmen.
Hadapi Tes Seleksi dengan Strategi, Bukan Sekadar Tebak Jawaban
Dunia kerja memiliki berbagai tahapan seleksi. Salah satunya adalah Tes Bakat Skolastik (TBS) yang menguji kemampuan verbal, numerik, logika, analitis, hingga penalaran abstrak.
Melalui sesi ini, peserta tidak hanya mengerjakan soal, tetapi juga belajar memahami karakteristik tes, mengatur waktu, serta memilih strategi penyelesaian yang efektif dan efisien.
Simulasi dengan batas waktu turut diberikan agar mahasiswa memperoleh gambaran mengenai situasi tes yang sesungguhnya. Setelah simulasi, peserta bersama instruktur membahas strategi dan proses berpikir dalam menyelesaikan soal.
Mengenal Tes Psikologi dengan Lebih Tenang
Tahapan seleksi kerja juga dapat melibatkan asesmen psikologis. Karena itu, Program IKIP SIAP KERJA 2026 memberikan pengenalan terhadap beberapa alat tes psikologi yang relevan. Sesi ini tidak diarahkan untuk mengajarkan peserta memanipulasi hasil tes. Sebaliknya, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai tujuan dan prosedur tes agar dapat mengikuti asesmen dengan lebih tenang, natural, dan percaya diri. Program juga menekankan bahwa interpretasi hasil tes psikologi merupakan kewenangan profesional psikolog dan tidak dapat digunakan secara sederhana sebagai penentu tunggal diterima atau tidaknya seseorang dalam proses seleksi.
Bukan Cuma Apa yang Diucapkan, Tapi Juga Bagaimana Menampilkannya
Dalam proses rekrutmen, komunikasi tidak selalu hadir melalui kata-kata. Karena itu, peserta juga mendapatkan materi Non-Verbal Communication yang membahas ekspresi wajah, kontak mata, postur tubuh, gerakan tangan, intonasi suara, penampilan profesional, serta etika komunikasi dalam situasi formal. Melalui simulasi, observasi video, dan praktik presentasi singkat, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk melihat kembali bagaimana bahasa tubuh dapat mendukung komunikasi profesional. Sesi ini juga menjadi ruang refleksi bagi peserta untuk membangun citra diri yang lebih profesional melalui sikap, etika, dan komunikasi yang efektif.
“Final Boss”-nya: Simulasi Interview Kerja
Jika seluruh materi sebelumnya menjadi bekal, maka interview kerja menjadi arena untuk menguji semuanya. Pada sesi terakhir, mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai competency-based interview, teknik memperkenalkan diri, cara menjawab pertanyaan umum maupun berbasis kompetensi, hingga bagaimana menjelaskan pengalaman organisasi, praktik mengajar, dan prestasi. Peserta kemudian mengikuti simulasi wawancara secara individual dengan skenario yang dibuat menyerupai proses seleksi kerja sesungguhnya. Tidak hanya kemampuan menjawab pertanyaan yang dinilai. Peserta juga mendapatkan evaluasi mengenai komunikasi verbal, bahasa tubuh, kejelasan jawaban, penguasaan materi, kepercayaan diri, dan profesionalisme. Di akhir sesi, peserta memperoleh feedback individual mengenai aspek yang perlu dipertahankan sekaligus bagian yang masih perlu ditingkatkan.
Enam Program Studi, Satu Tujuan: Siap Masuk Dunia Profesional
Program IKIP SIAP KERJA 2026 diikuti mahasiswa tingkat akhir dari berbagai program studi di lingkungan IKIP PGRI Bojonegoro, yaitu Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Pendidikan Matematika, Pendidikan Teknologi Informasi (PTI), Pendidikan Ekonomi, dan Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn). Keberagaman peserta menunjukkan bahwa kesiapan karier merupakan kebutuhan bersama. Apa pun bidang keilmuannya, mahasiswa tetap membutuhkan kemampuan untuk mengomunikasikan kompetensi, melewati tahapan seleksi, dan menunjukkan profesionalisme di hadapan calon pemberi kerja.
LSCC Hadirkan Pengalaman, Bukan Sekadar Materi
Pelaksanaan Program IKIP SIAP KERJA 2026 berlangsung dengan baik dan lancar. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti diskusi, praktik, maupun simulasi yang diberikan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa tingkat akhir. Metode praktik dan simulasi juga dinilai membantu peserta memahami proses seleksi kerja secara lebih nyata. Bahkan, peserta mengharapkan kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara rutin dengan durasi yang lebih panjang. Bagi LSCC IKIP PGRI Bojonegoro, hal tersebut menjadi sinyal positif bahwa pembekalan karier perlu terus dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem pendidikan tinggi.
“Kami berharap IKIP SIAP KERJA tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi menjadi bagian dari proses berkelanjutan dalam membangun kesiapan karier mahasiswa. Target akhirnya bukan sekadar mahasiswa lulus, melainkan lulusan yang tahu bagaimana membawa dirinya, mampu menunjukkan kompetensinya, dan lebih siap menghadapi proses rekrutmen.” Mr. Nova Kepala Language, Soft Skill, and Career Center (LSCC) IKIP PGRI Bojonegoro
Melalui Program IKIP SIAP KERJA 2026, LSCC kembali menegaskan perannya dalam menjembatani kompetensi yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah dengan tuntutan dunia profesional.
Karena siap kerja bukan tentang menunggu kesempatan datang, tetapi tentang menyiapkan diri sebelum kesempatan itu datang.
Language and Soft Skill Development Center IKIP PGRI Bojonegoro