
Bojonegoro – Language Skills and Competence Center (LSCC) IKIP PGRI Bojonegoro sukses menyelenggarakan kegiatan TOEFL Mahasiswa Tingkat 4 Tahun 2026 yang berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 4–7 Mei 2026 di Laboratorium Komputer IKIP PGRI Bojonegoro. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa tingkat akhir dari enam program studi sebagai bagian dari upaya standarisasi kemampuan bahasa Inggris sekaligus pemenuhan salah satu syarat kelulusan.
Sebanyak 309 mahasiswa terdaftar sebagai peserta TOEFL, dengan rincian 64 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), 60 mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), 60 mahasiswa Pendidikan Ekonomi, 57 mahasiswa Pendidikan Matematika, 37 mahasiswa PPKn, dan 31 mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi (PTI). Dari jumlah tersebut, 292 mahasiswa hadir mengikuti tes, sedangkan 17 mahasiswa tidak hadir dan akan dijadwalkan mengikuti tes susulan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala LSCC IKIP PGRI Bojonegoro menjelaskan bahwa pelaksanaan TOEFL bagi mahasiswa tingkat akhir memiliki peran penting dalam mengukur kesiapan lulusan menghadapi tantangan dunia kerja maupun studi lanjut. Selain menjadi salah satu persyaratan administrasi kelulusan, sertifikat TOEFL juga menjadi dokumen pendukung yang banyak dibutuhkan dalam seleksi CPNS, rekrutmen perusahaan nasional dan multinasional, serta pendaftaran program beasiswa dalam maupun luar negeri.
Sesuai standar akademik yang berlaku di IKIP PGRI Bojonegoro, mahasiswa Program Studi Non-Pendidikan Bahasa Inggris diwajibkan mencapai skor minimal 450, sedangkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris diwajibkan memperoleh skor minimal 475. Standar tersebut ditetapkan sebagai indikator kompetensi bahasa Inggris yang harus dimiliki oleh lulusan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Hasil pelaksanaan tes menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah berhasil memenuhi standar skor yang ditentukan. Namun demikian, masih terdapat beberapa mahasiswa yang belum mencapai nilai minimal yang dipersyaratkan. Oleh karena itu, mahasiswa yang belum memenuhi standar diwajibkan mengikuti program remedial TOEFL yang akan difasilitasi oleh LSCC sebagai bentuk pendampingan akademik dan peningkatan kompetensi bahasa Inggris.
Menanggapi hal tersebut, Kepala LSCC IKIP PGRI Bojonegoro, Mr. Nova, menyampaikan bahwa kondisi tersebut merupakan hal yang wajar dalam proses pengukuran kemampuan bahasa.
“Masih adanya mahasiswa yang belum mencapai skor minimal bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan. TOEFL mengukur berbagai aspek kemampuan bahasa Inggris, mulai dari listening, structure, hingga reading comprehension. Latar belakang kemampuan mahasiswa yang beragam, intensitas penggunaan bahasa Inggris yang berbeda, serta tingkat kesulitan soal yang cukup tinggi menjadi faktor yang memengaruhi hasil tes. Karena itu, program remedial kami siapkan agar mahasiswa memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mencapai standar yang telah ditetapkan kampus,” jelas Mr. Nova.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa pelaksanaan remedial bukan sekadar upaya memenuhi persyaratan administrasi kelulusan, melainkan bagian dari komitmen institusi dalam memastikan kualitas lulusan IKIP PGRI Bojonegoro tetap terjaga. Melalui proses tersebut, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan penguasaan bahasa Inggris yang akan sangat bermanfaat dalam pengembangan karier maupun pendidikan lanjutan.
Melalui kegiatan ini, LSCC IKIP PGRI Bojonegoro berharap dapat terus meningkatkan kualitas lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan siap menghadapi berbagai peluang di era global. Hasil TOEFL yang diperoleh mahasiswa tidak hanya menjadi syarat kelulusan, tetapi juga menjadi bekal penting untuk memasuki dunia profesional dan akademik yang semakin kompetitif.
Language and Soft Skill Development Center IKIP PGRI Bojonegoro